Ada dua jenis Rimpu yang digunakan
oleh wanita Mbojo, Bagi wanita yang masih lajang memakai
busana rimpu hanya keliatan bagian mata,
sedangkan bagi wanita yang sudah bersuami memakai
busana rimpu keliatan bagian wajah.
perbedaan penggunaan rimpu antara yang masih lajang dengan yang telah
bersuami, secara tidak langsung menjelaskan pada masyarakat
terutama kaum pria tentang status wanita, apakah wanita tersebut sudah
berkeluarga atau masih gadis, itulah yang unik dari budaya rimpu suku
mbojo tersebut.
Namun pada era kekinian Rimpu menjadi hal yang diangap kuno, rimpu kini mulai ditingalkan karena berbagai faktor diantaranya banyak yang menganti rimpu dengan jilbab padahal Rimpu adalah aset budaya Suku Mbojo yang harus tetap dilestarikan, sebagai generasi muda mari kita semua mempertahankan dan melestarikan budaya bangsa kita, mari bangga dengan adat dan budaya kita sendiri, sudah ratusan tahun Rimpu exis dan jangan sampai hilang hanya karena kita anak muda tak mau melestarikannya.

Terimakasi infonya, jafi nambah wawasan aja ni
BalasHapusDi Papua ada "noken" untuk menutup punggung yg merupakan aurat, di Dompu-Bima ada Rimpu untuk menutup aurat, ini mengisyaratkan bahwa Indonesia telah beradab sejak ratusan tahun silam, terimakasih infonya, sangat bermanfaat:)
BalasHapusSama2 π
HapusSiapa ya di balik memakai rimpu itu? Penasaran π
BalasHapusTradisi yg sangat unik & menarik yg pastinya postingan ini sangat bermanfaat...bangga jdi org bima.
BalasHapusWaaaaw...
BalasHapusTernyata indonesia benar-benar mempunyai banyak Ragam budaya. Artikel.ny Bagus dan bermanfaat bagi semua orang. LANJUTKAN . Lestarikan budaya ditanah air kita ini . ★★★
Superrr pak sutπππ
BalasHapusSubhanaallah
BalasHapusLuar biasa, rimpu sebagai hijab Bima.
BalasHapusLuar biasa π
BalasHapusWow luar biasa sekrang saya lebih tau tradisi yang ada di sana terima kasih atas info nya sangat bermanfaat menambah wawasan tentang daerah tersebutπ
BalasHapusWah bermanfaat banget buat informasi
BalasHapusluar biasa bermanfaat
BalasHapusTerimakasih infonya
BalasHapusRimpu, karna wanita itu berharga.
BalasHapusSemoga kita dapat terus melestarikan kebudayaan kita π
BalasHapusKeren pak sutradara π
BalasHapusMantap informasinya.
BalasHapusMenambah wawasan
BalasHapusBagus bagus k fatah
BalasHapusBagus bagus k fatah
BalasHapus