Nusa tengara barat adalah daerah dengan keragaman adat dan budaya ada tiga Suku Sasak di pulau Lombok, Suku Mbojo dan Suku Samawa di pulau Sumbawa, dimana masing-masing Suku memiliki bahasa yang berbeda jadi ada 3 bahasa yang berbeda yang ada di daerah ini, tentu dengan 3 adat dan kebudayaan yang berbeda pula, namun dengan adanya perbedaan tidak membuat konflik untuk ketiga suku tersebut, seperti warna pelangi mereka indah dengan perbedaannya, bersatu adalah menghargai perbedaan, pada tanggal 25 desember 2015 tokoh-tokoh dari 3 Suku berkumpul guna merumuskan semacam sikap kegiatan ini dilaksanakan di Aula Museum Negeri Nusa Tengara Barat, peryataan sikap ini hadir atas dasar kegalauan yang selama ini menghingapi pemikiran-pemikiran para tokoh, hal yang a adalah banyak tulisan-tulisan dan cerita-cerita buruk mengenai kebudayaan Sasak, Samawa, Mbojo dan yang lucunya yang menulis bukan orang dari ke 3 suku ini, maka tokoh2 ini berkumpul bermaksud untuk menyatakan sikap. Tokoh-tokoh Suku sasak adalah satu-satunya yang berani memproklamirkan pernyataan sikapnya, dan akhirnya melahirkan "piagam gumi Sasak". Dan pada 26 desember 2015 tokoh masyarakat Sasak secara independen tampa bantuan pemerintah mencetuskan pernyataan sikapnya. menurut Bapak Sadaruddin "pembacaan Piagam Gumi Sasak itu untuk membangkitkan kembali jati diri orang sasak yang sebenarnyadengan segala budaya dan adat istiadatnya". berikut isi dari Piagam gumi sasak
PIAGAM GUMI SASAK
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertangung jawabkan kepada Allah SWT, dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusiaan, melalui simbol-simbol yang diletakan kedalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di Gumi paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jati diri yang sebenarnya. Perjalanan sejarah bangsa sask diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mangaburkan, dan menistakan keluhuran budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengaburan jati diri sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingga saat ini, melalui pencitraan budaya dan sejarah bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialisme modern. Hal itu telah membuat bangsa interior yang tak mampu tegak diantara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakan amanat kefitrahannya sebagai sebuah bangs. sadar akan hal tersebut, kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai berikut:
Pertama :Berjuang bersama mengali dan menegakan jati diri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan Budaya Sasak.
Kedua :Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian, kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Ketiga :Berjuang bersama menegakan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.
Keempat :Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
kelima :Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat egaliter, bersatu dan beribawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.
Mataram, 14 Mulut tahun jimawal
1437/H
26 Desember 2015
Ditandatangani bersama kami,
1. Drs. Lalu Azhar
2. Drs. H. Lalu Mujtahid
3. Drs. Lalu Baiq Windia M.Si
4. TGH. Ahyar abduh
5. Drs. H. Husni Mu'adz MA,. Ph.D
6. Dr. M. Fajri, M.A
7. Dr. Jamaludin, M. Ag
8. Dr. Lalu Abd. Kholik, M.Hum.
9. Dr. H. A. Muhit Ellepaki, M.Hum
10. Dr. H. Sudiman M.Pd
11. Dr. H. L., Agus Fathurrahman
12. Mundzirin
13. L. Ari Irawan, SE., S.Pd., M.Pd



Luar biasa
BalasHapusKapan piagam itu diresmikan
BalasHapuswah keren nih. semoga dengan danya piagam gumi sasak ini, masyarakat sasak semakin sadar akan budayanya
BalasHapusBagus. Bermanfaat..
BalasHapusUntuk bayaran ditransfer saja ya
wah keren nih. semoga dengan danya piagam gumi sasak ini, masyarakat sasak semakin sadar akan budayanya. ngomong2 piagam gumi sasak kapan di resmikan ? dan saya bangga menjadi anak lombok👍👍👍
BalasHapusLuar biasa, inspirasi bagi generasi muda Sasak.
BalasHapusSemoga bermanfaat kembangkan 👍
BalasHapusInformatif dan sangat bermanfaat.
BalasHapusSangat bermanfaat infonya bagi suku sasak
BalasHapusSangat bermanfaat infonya bagi suku sasak
BalasHapusSangat luar biasa, sungguh piagam yg menggambarkan jati diri suku sasak itu sendiri. Thx infonya sangat bermanfaat...
BalasHapusSemoga kita dapat hidayah
BalasHapusSemoga kita dapat hidayah
BalasHapusHebat
BalasHapusTerimkasih informasi yg bermanfaat.
BalasHapusKeren k fatah
BalasHapusMari kita lestarikan budaya sasak.
BalasHapus